Ceritaku

Ada Cerita di Setiap Sudut Keindahan Kota Jogja

Retnamudiasih.com – Biasanya mudik selalu identik dengan Lebaran, padahal kalau Saya pribadi nggak harus nunggu lebaran baru mudik. Kalau pas libur panjang atau ada kepentingan pulang ke kampung halaman merupakan keharusan. Pulangkembali ke kampung halaman melepas rindu, dan berkumpul dengan keluarga besar adalah moment yang membahagiakan bagi anak rantau. Karena kebetulan sekarang kampung halaman kami ada 2 yaitu Jogja dan Riau, sehingga setiap lebaran kami harus membagi jatah tiap tahunnya untuk berlebaran dimana. Kebetulan lebaran ini kami ada di Jogja. Bagi Saya yang sudah lama tinggal di Jogja selalu ada cerita di setiap sudut keindahan kota Jogja.

Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat Citilink
Bandara International Airport Yogyakarta

Jauh hari sebelum terbang ke Jogja, Saya dan suami sudah beli tiket pesawat di pegipegi, lumayan mantap juga waktu itu Saya pesen tiket pesawat sekaligus hotel dan saat itu memang baru ada promo diskon 15% gitu dia jd murmer dibandingkan dengan yang lain. Kami selalu pesan tiket via online, jadi nggak harus jauh-jauh keluar rumah hemat waktu yang pasti.

Seriusan nih? Setidaknya itulah yang pertama kali terlintas di kepala saya saat memeriksa pengaturan aplikasi yang ada di hape saya. Nih aplikasi ringan banget ternyata, ga nyampe 100 MB.


Sudah beberapa kali saya menggunakan aplikasi ini untuk melakukan pemesanan tiket dan semuanya berjalan lancar. Keuntungan di pegipegi yang saya alami, harga yang ditawarkan kadang lebih rendah daripada provider lain, selain itu juga bisa dilakukan pembayaran dengan virtual account yang notifikasi pembayaranya lebih cepat dan lebih rinci daripada transfer. Jadi nggak perlu ribet-ribet deh untuk urusan membeli tiket pesawat jogja Jakarta.

1.Malioboro Sebagai Sumbu Imaginer antara Pantai Selatan 

Malioboro merupakan jalan paling terkenal di Yogyakarta. Terletak di jantung kota Yogyakarta, ini adalah jalan utama kota. Awalnya Jalan Malioboro ditata sebagai sumbu imaginer antara Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) – Kraton Yogya – Gunung Merapi. Malioboro mulai ramai pada era kolonial 1790 saat pemerintah Belanda membangun benteng Vredeburg pada tahun 1790 di ujung selatan jalan ini (wikipedia)

Baca Juga  Sebelas Tahun Setelah SMA
Malioboro Jogja

Terlepas dari sejarah panjangnya, Malioboro adalah pusat perbelanjaan terbesar di Yogyakarta. Malioboro juga merupakan tempat untuk berbelanja selain untuk tempat rekreasi. Ada banyak tempat menarik di Malioboro, seperti distro, hotel, mal, restoran dan banyak lagi. Banyak Makanan lokal dijual di pinggir jalan dan termasuk gudeg, steak, teh, kopi, dan jus. Kita dapat memilih makanan apa pun yang Kita suka dari Penjual Lesehan.

Sepanjang jalanan Maliobor selalu ramai, karena Ini adalah jalan para seniman. Musisi jalanan, pelukis, dan seniman lain memamerkan kreasi mereka di jalan ini. Di malam hari, jalanan menjadi hidup. Semakin kesini Malioboro semakin tertata dengan baik, kemarin saat Saya kesana melihat di sepanjang jalan banyak taman dan tempat-tempat duduk. Menurut warga nantinya Malioboro ini akan dikonsep untuk pedestrian. Hanya ada satu jalur untuk kendaraan bermotor, di pusat perbelanjaan itu dan itu pun hanya untuk transportasi masal seperti Trans Jogja

2.Mitos Larangan Memakai Baju Warna Hijau di Pantai Selatan

Bener nggak sih kalau ke Pantai Selatan nggak boleh pake baju warna hijau? Itu cuma mitos, tidak benar, apalagi sampai ada cerita diambil Nyi Roro Kidul untuk dijadikan prajurit. Hahahaha. Mirisnya lagi Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul kerap disangkutpautkan dengan hilangnya sejumlah orang yang berenang di Laut Kidul. Mitos menyebut mereka yang berenang menggunakan baju berwarna hijau akan ditarik Nyi Roro Kidul sebab warna itu kesenangannya.

Pantai Parangtritis

Cerita rakyat itu terang-terangan dibantah oleh juru kunci Cepuri Parangkusumo, Mas Surakso Rajiyo Hadihusna atau yang akrab disapa Nur. Menurut Nur, cerita tersebut tidaklah benar. Menurutnya, tidak diperbolehkannya berenang menggunakan pakaian berwarna hijau karena warna hijau mirip dengan warna laut sehingga sulit bagi tim SAR untuk melakukan pemantauan.

Kemarin waktu kita ke Pantai Selatan, kita berangkat pagi-pagi banget dengan niat bisa melihat sunrise di Pantai, namun yang terjadi kami kena macet dijalan, sehingga tidak bisa sampai disana lebih awal. Baiklah Kita ga jadi berburu sunrise deh, gpp yang penting masih bisa main di Pantai, menyusuri pasir putih pantai, bermain-main air, naik kuda, naik ATV, seru banget karena masih suasana lebaran plus liburan. Dan untungnya si adek juga seneng banget diajakin ke Pantai, meski baru pilek dia.

Baca Juga  Dua Cerita, Kuala Lumpur Dan Koper
Pantai Parangtritis

Menikmati keindahan Pantai memang sangat mengasikan, terlebih jika Kita menikmati suasana pantai dari atas tebing. Di Parangtritis Kita dapat bermain ATV dan juga sewa untuk menikmati suasana Pantai Parangtritis. Menyusuri keindahan Pantai dengan menggunakan ATV atau kuda dapat menjadi sensasi tersendiri bagi  yang datang untuk berlibur di Pantai Parangtritis.

Sejauh mata memandang, hamparan pantai di Kabupaten Bantul ini bisa dinikmati dari ketinggian, jika sore dan suasana mendukung romatisme matahari tenggelam bisa dinikmati.

 


Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *