Uncategorized

Kiprah Dosen IPB University di Berbagai Bidang

Retnamudiasih.com –  Berbicara soal kampus, tentu nggak akan pernah lepas dengan adanya Mahasiwa Dosen, dan segala kiprah hingga mantan-mantannya *ehhh. Well, rasanya baru kemarin graduation pake toga dan melepas masa-masa indah sebagai seorang mahasiswa. Kayaknya nggak bakal kelar deh kalau Aku ceritain di blog ini suka duka menjadi mahasiswa, belum juga dosen-dosennya yang unforgetable.

Kebetulan punya teman kuliah yang beda kota dan tentunya juga beda kampus, sehingga banyak cerita yang berwarna dalam kehidupan kami sebagai mahasiswi. Nah kali ini Aku pengen cerita sedikit tentang Kiprah Dosen IPB University di Berbagai Bidang. Kenapa ITB? Mungkin karena dulu Aku nggak kesampean Kuliah disana, akhirnya Aku kuliah di Jogja deh 🙂

Sumber : https://ipb.ac.id

IPB University sebelumnya Bogor Agricultural merupakan University sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor.memiliki tenaga pendidik sebanyak 1.300 orang. Tidak hanya transfer knowledge, Dosen IPB juga memiliki dedikasi tinggi dalm mendidik mahasiswa agar memiliki karakter-karakter positif, leadership kuat, berjiwa entrepreneur, cerdas dan berintegritas. Mereka mencurahkan waktu di sepanjang hidupnya untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Sumber : https://ipb.ac.id

Bidang pertanian, kelautan, biosains tropika serta Berbagai kompetensi dikuasai para para pendidik ini. Tercatat banyak karya dosen yang menjadi referensi dan rujukan bidang pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, peternakan, teknologi pangan, gizi masyarakat, pembangunan pedesaan, manajemen, pengembangan sumberdaya manusia, dan sebagainya. Masyarakat dapat memperoleh buku-buku karya nya di ipbpress.com.

Sumber : https://ipb.ac.id

Beberapa penghargaan internasional bergengsi yang pernah diraih oleh Dosen IPB diantaranya : Dosen Muda IPB Juara Pertama L’Oreal-UNESCO For Women in Science 2018, International Mollie Holman Medal, Laureate Program Make Our Planet Great Again dan ragam prestasi internasional lainnya.

Baca Juga  Wisata : Naik Jeep Merapi Bikin Basah Kuyup, Gak Percaya? Cobain Aja

***

Hampir setiap tahun selalu menempati posisi tiga besar penghargaan dosen berprestasi tingkat nasional yang seleksinya dilaksanakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI. Ragam prestasi dosen lainnya diantaranya Sarwono Award, Wallacea Grant Award British Council Newton Fund, Best Syariah Awards dan lain-lain. Sebagai peneliti, buah pemikiran, hasil penelitian dan inovasi karya dosen IPB University mewarnai dunia pendidikan di Indonesia. Selama sepuluh tahun berturut-turut sejak tahun 2008, inovasi dosen mendominasi dalam Inovasi Indonesia Paling Prospektif yang dikeluarkan Business Innovation Center (BIC)-Kemenristekdikti RI.

Sumber : https://ipb.ac.id

Ragam kiprah civitas akademika yang mewarnai dunia pendidikan tinggi diantaranya bisa disimak dalam informasi berikut:

Rektor IPB University dan Dua Dosen Raih Penghargaan Academic Leader 2019
Dosen FPIK Luncurkan Buku Ekowisata Perairan
IPB University Raih Dua Penghargaan di Ajang Anugerah Iptek dan Inovasi 2019
Dosen Berprestasi Ini Berikan Sosialisasi Perlindungan Konsumen di SD dan SMP Kabupaten Bogor
Peluncuran Revisi Buku Dasgron, Olah Pikir Sri Setyati Harjadi
Dosen Sekolah Vokasi Terima Anugerah Inovasi Jabar 2019 Berkat Aplikasi Penerjemah Tangis Bayi
Peneliti IPB University Boyong Award World Federation of Science Journalists di Swiss
Rekayasa Genetika pada Buah-Buahan Tak Berbahaya
Guru Besar IPB University: Diprediksi Luas Kebakaran Hutan 2019 Lampaui 2018
Guru Besar IPB University, Lindungi Biodiversitas Kita dengan Biosistematika
Guru Besar IPB University, Nutrifikasi Pangan untuk Atasi Masalah Gizi Ganda
Guru Besar IPB University, Tingkatkan Produksi Kelapa Sawit dengan Precipalm
Para Peneliti Mancanegara Bahas Bagaimana Cetak SDM Unggul di IPB University
Peneliti IPB: Waspadai Hama Baru Ulat Grayak pada Jagung
Guru Besar IPB, Prof. Muladno : Saat ini Ada 30 SPR di Indonesia
Pakar IPB Inovasikan Bibit Ubi Kayu yang Bebas Virus
Pakar IPB: Modifikasi Tepung Mocaf untuk Solusi Penderita Diabetes dan Obesitas
Tim Peneliti IPB Kembangkan Rumpon Portable untuk Tuna, Tongkol, Cakalang
Biofiltrasi Solusi Mengurangi Polutan Organik dalam Air
Guru Besar IPB Raih Penghargaan Bergengsi ITSF Science and Technology Award
Potensi Besar Kecipir sebagai Pengganti Kedelai
Revolusi Pertanian 4.0 Tidak Bisa Gantikan Peran Pemulia
Pakar IPB: Kami Sudah Punya SOP Tanaman Obat Terpenting di Indonesia
Pakar IPB: Tanaman Potensial Indonesia Terancam akan Diklaim oleh Negara Tetangga sebagai Miliknya
Guru Besar IPB: Tingkat Pencemaran di DAS Citarum Sudah Akut, Biotanya Tidak Aman Dikonsumsi
Guru Besar IPB Manfaatkan Kayu Merbau untuk Pencerah Kulit
Guru Besar IPB: Agar Pangan Cukup, Indonesia Harus Garap Serius Kecenderungan Pangan Milenial
Pakar IPB Kurangi Rasa Getir Pada Daun Torbangun
Pakar IPB Buktikan Sel Punca untuk Anti Aging

Baca Juga  Perjalanan Menuju Golden Sunrise Sikunir

**

Upaya Memperkuat Biro Komunikasi IPB 

Rektor IPB, Dr. Arif Satria dalam arahannya menyampaikan bahwa Gugus Komunikasi ini kedepannya dapat mènjadi ujung tombak agar IPB bisa merespon informasi saat ini dengan lebih progresif. Oleh sebab itu untuk meningkatkan persepsi publik yang positif terhadap institusi, dibutuhkan peran serta dari berbagai stakeholder terutama kerjasama yang baik antar unit kerja di internal institusi. Biro Komunikasi Institut Pertanian Bogor (IPB) membangun jejaring antar unit kerja dengan membentuk Gugus Komunikasi di masing masing unit kerja di lingkungan IPB.

Dalam kesempatan ini, Ir. Heri Rakhmadi, Wakil Ketua I Perhimpunan Humas (Perhumas) Indonesia juga menyampaikan tantangan di era kompetitif adalah pola komunikasi publik saat ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, budaya masyarakat dan perkembangan politik lokal, global dan teknologi. “Perkembangan teknologi komunikasi termasuk di dalamnya media massa cetak, media elektronik dan media sosial mengakibatkan derasnya arus informasi ke masyarakat. Tantangan di era kompetitf lainnya adalah adanya ketidakpercayaan pada media mainstream, selain itu munculnya fenomena hoax dan perang opini, itu sudah terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Untuk menjadi PR yang efektif, salah satunya adalah harus berpikir strategi. Pesan apa yang harus diterima oleh masyarakat. Kampanye PR yang efektif adalah dengan menjalin jejaring. Seperti smart media relation, pengembangan website dan publikasi, program optimalisasi digital dan sosial media dan penguatan organisasi PR dan komunikasi internal.

Sumber :
   https://ipb.ac.id/page/kiprahdosenipb
   Wikipedia IPB


Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *