Review Produk

Cara Mengatasi Anak Muntah Terus-Menerus dengan Tolak Angin Anak

Retnamudiasih.comCara Mengatasi Anak Muntah Terus-Menerus dengan Tolak Angin Anak. Mual dan muntah kadang menjadi penyakit yang umum terjadi baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Terkadang tidak berbahaya, namun ada pula muntah yang perlu diwaspadai. Penyebab muntah pada umumnya virus perut dan kadang masalah datang dari makanan. Untuk itu, ada beberapa cara mengatasi anak muntah terus-menerus, salah satunya dengan tolak angin anak.

Salah satu dampak muntah yang perlu kita waspadai adalah dehidrasi. Anak cenderung dehidrasi lebih cepat daripada orang dewasa. Jika anak rewel, mulut kering, kulit dingin, terdapat cekungan pada mata dan intensitas pipis menurun artinya anak mengalami dehidrasi. Asupan cairan yang lebih dari cukup sangat penting untuk mengatasi anak yang muntah.

Selain membutuhukan air putih, Kita juga bisa memberikan asupan minuman yang lebih bernutrisi misalnya jus. Muntah juga menyebabkan nutrisi dalam tubuh ikut hilang. Jika muntahnya hanya sesekali mungkin Kita masih bisa tenang. Tetapi bagaimana jika muntahnya terjadi berulang kali dalam sehari? Lantas apa penyebab muntah-muntah pada anak?


Penyebab ini yang perlu Moms kenali dengan segera, dan mengatasi secepat mungkin sebelum menjadi lebih parah. Sebenarnya muntah sesekali pada anak adalah hal yang lumrah jika terjadi tidak lebih dari dua hari. Namun lain cerita jika kondisi itu terjadi selama berhari-hari. Kemungkinan ini adalah tanda dari sebuah masalah yang yang serius dan memerlukan pertolongan medis secepat mungkin. Mual dan muntah bukan penyakit, melainkan sebuah gejala. Dan yang perlu Moms pahami ialah penyebab umum muntah pada anak.

Penyebab Muntah Pada Anak:

1. Gastroenteritis atau infeksi mikroorganisme yang terjadi pada sistem pencernaan, juga dikenal dengan istilah stomach flu. Tanda-tanda yang muncul biasanya berupa diare, demam, dan sakit perut.

Baca Juga  Resmi Hadir Di Indonesia, Ini Dia 5 Hal Menarik Tentang OPPO F11 Pro!

2. Apendisitis atau radang usus buntu yang menyebabkan rasa sakit perut tidak tertahankan yang makin parah seiring waktu.

3. Anak tidak sengaja menelan substansi beracun, seperti obat, bahan kimia, atau makanan atau minuman yang terkontaminasi.

4. Alergi makanan. Selain muntah, gejala yang muncul bisa disertai kulit merah dan gatal (biduran). Selain itu bisa muncul bengkak pada bagian wajah, sekitar mata, bibir, lidah, atau langit-langit mulut.

Perlu diketahui juga, muntah-muntah pada anak juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih, meningitis, infeksi telinga, stres atau cemas. Saat terjadi salah satu tanda diatas, beri pertolongan pertama berupa memberikan cairan untuk menghindari dehidrasi. Berikan cairan (bisa air putih, air teh, susu) perlahan dengan porsi sedikit demi sedikit.

Tolak Angin Anak

Sama halnya Tolak angin untuk dewasa, sekarang juga ada tolak angin anak yang terbuat dari bahan herbal untuk membantu meredakan gejala masuk angin pada anak seperti (sumeng, meriang, pusing, mual, muntah-muntah, sakit perut, kembung dan tidak mau makan), sebelum anak beraktivitas, saat perjalanan jauh dan pada saat terjadi perubahan cuaca agar daya tahan tubuh anak kuat dan tidak gampang sakit.

Tolak-angin-anak
Source : google

Tolak Angin bermanfaat untuk mengatasi masuk angin, dengan gejala berupa mual, perut kembung, serta demam atau meriang. Tolak Angin dijual bebas di apotik atau supermarket dalam bentuk cair, serbuk, dan permen. Dalam mengatasi masuk angin, ada beberapa bahan utama yang terkandung di dalam tolak angin, yaitu adas (Foeniculi fructus), jahe (Zingiberis rhizome), daun mint (Menthae arvensitis herba), daun cengkeh (Caryophylli folium), kayu ules (Isorae fructus), dan madu (Mel depuratum).

Cara Mengatasi Anak Muntah Terus-Menerus dengan Tolak Angin Anak

Tolak Angin Anak dapat diberikan kepada anak berusia di atas 2 tahun sebanyak 1 sachet per hari.

Baca Juga  Sewa Rumah Murah di Jakarta Selatan Bulanan dan Tahunan

Banyak orang berpikir bahwa mengonsumsi obat herbal selalu aman karena kandungannya alami. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena obat herbal tidak melewati tahap pengujian seperti obat-obatan dari dokter. Oleh karena itu, efek samping dan interaksi obatnya juga belum diketahui secara pasti. Agar lebih aman, sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat herbal. Selain itu, jangan menghentikan obat lain yang diberikan oleh dokter tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.


Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *