Event

Dieng Culture Festival

Retnamudiasih.com – Dieng culture festival, seperti namanya merupakan sebuah festival budaya dengan konsep sinergi antara unsur budaya dan masyarakat, Potensi wisata alam Dieng serta pemberdayaan masyarakat lokal. Agenda pesta budaya masyarakat Dieng ini digelar setiap tahun di Dieng Plato, dengan agenda utamanya adalah prosesi ruwat rambut gimbal.

Kemasan budaya yang digelar menarik ini juga diramaikan dengan beberapa agenda tontonan
yang menarik perhatian wisatawan baik dari dalam negri maupun luar negri, diantaranya adalah : Jazz atas awan, mengejar sunrise di bukit pangonan, ngalap berkah, pelarungan, jamasan, dan juga pesta lampion.

anak-gimbal
Sumber foto dari google

Ruwat rambut gembel
Jika rambut anak gembel dipotong tidak melalui acara ritual yang khusus, maka si anak akan jatuh sakit dan dipercaya akan mendatangkan bencana bagi keluarganya. Uniknya lagi ritual ruwat ini hanya bisa terlaksana atas permintaan si anak gembel dengan mengajukan syarat atau bebono yang harus dipenuhi terlebih dahulu.


ruwatan_anak_gimbal
Sumber foto dari google

Rangkaian Acara Dieng Culture Festival :

1. Kirab
Merupakan perjalanan arak-arakan menuju lokasi ritual pencukuran. Dimulai dari rumah pemangku adat dan berhenti didekat kawasan Sendang Maerokoco atau Sendang Sedayu dengan berkeliling desa dikawal oleh para sesepuh, para tokoh masyarakat, kelompok-kelompok paguyuban seni tradisional dan masyarakat.

Barisan kirab terdiri dari pengawal utama yaitu tokoh sesepuh ing ngayodya, dua orang pembawa dupa (ungku penolak bala) dan para prajurit pembawa tombak, keris dan pusaka lainnya, diteruskan dua orang pembawa bunga cucuk lampah.

2. Jamasan
Jamasan (memandikan) anak gembel yang dilaksanakan di Sendang Sedayu atau Sendang Maerokoco tepatnya berada diutara Darmasala Komplek Candi Arjuna. Untuk memasuki Sendang Sedayu tersebut, para anak gembel berjalan dinaungi oleh payung Robyong dibawah kain kafan panjang disekitar Sendang Maerokoco sambil diiringi musik gongso.

Baca Juga  Launching Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia 2016

3. Pencukuran
Prosesi pencukuran ini dilakukan oleh para tokoh Masyarakat yang didampingi dan dipandu langsung oleh pemangku adat setelah acara tersebut usai dilanjutkan dengan tasyakuran dan doa. Kemudian semua ubo rampai dibagikan kepada semua pengunjung.Bersamaan dengan itu pengunjung juga bisa menikmati sajian atraksi kesenian.

4. Ngalap Berkah
Ngalap berkah ini dilakukan setelah prosesi pencukuran selesai. Ngalap berkah sendiri dipercaya oleh masyarakat bisa mendatangkan berkah bagi yang mengikutinya. Biasanya ngalap berkah ini berupa selamatan yang memperebutkan tumpeng dan makan untk selamatan yang biasa dipimpin oleh pemangku adat dan tokoh masyarakat setempat.

5. Pelarungan
Setelah acara pencukuran selesai, maka prosesi ditutup dengan pelarungan rambut gembel yang dilaksanakan di telaga warna dieng.

6. Pangonan Sunrise
Keesokan harinya, 6 Agustus 2016, pengunjung bisa menikmati Matahari terbit di berbagai puncak Dataran Tinggi Dieng. Mulai Puncak Sikunir, Prau, Pakuwaja hingga Pangonan.

7. Jazz Atas Awan
Usai menikmati matahari terbenam, pengunjung akan diajak bersiap-siap menyaksikan pertunjukan Jazz Atas Awan. Pertunjukan musik jazz yang digelar di panggung utama, di sebelah timur Kompleks Candi Arjuna. Pertunjukan musik tersebut akan dilangsungkan di tengah suhu 2,5 derajat Celcius.

8. Pesta Lampion
Malam harinya digelar pertunjukan musik akustik, stand up comedy dan penerbangan sekitar
5000 lampion, serta permainan kembang api. Diperkirakan 15 ribu letusan kembang api akan menghiasi langit Dieng setelah penerbangan lampion usai.

Sumber : dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Banjarnegara


Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *