Napak Tilas

Jembatan Duwet Kulon Progo, Jembatan Peninggalan Pemerintah Belanda Dari Masa Ke Masa

Retnamudiasih.com – Berbicara tentang jembatan yang ada di kota Jogjakarta, rasanya tidak afdol ketika kita tidak menyapa jembatan yang satu ini. Jembatan Duwet merupakan salah satu jembatan tertua yang dibangun disekitar Yogyakarta dan masih berfungsi hingga saat ini. Jembatan yang dibangun pada tahun 1930-an oleh Pemerintah Belanda ini merupakan jembatan penghubung dua wilayah, yang menghubungkan anatara dua buah tebing yang cukup tinggi diantara aliran sungai.


Jembatan duwet ini menghubungkan dua wilayah dan dua provinsi yaitu dusun Duwet, desa Banjarharjo, kecamatan kalibawang, kabupaten Kulon Progo dengan dusun Gutekan, desa Bligo, kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Tak heran jika sering kita temui kendaraan dua melintasi jembatan ini, karena memang hanya kendaraan roda dua yang dapat melintasi jembatan ini. Aktivitas jembatan ini cukup ramai ketika pagi dan sore hari, untuk siang hari sendiri jembatan ini tampak lenggang.

pemandangan_jembatan_duwet_sungai_progo
Instagram @sloan_sembada

Jika kalian melintasi jembatan duwet dengan berjalan kaki, maka akan terlihat betapa luasnya sungai progo dari ketinggian hampir 100 meter, tapi bagi kalian yang takut ketinggian, sebaiknya jangan melintasi jembatan ini sendirian, kebayang kan? kalau misal pas lagi berada ditengah jembatan, dan jembatan tersebut roboh, iihhh nauzubilah deh. Tapi bagi kalian yang punya nyali untuk melintasi jembatan duwet, kalian bisa melihat aliran sungai Progo dari atas ketinggian yang dikelilingi tebing, beberapa sisi tebing terlihat jatuhan air yang membentuk seperti air terjun.

jembatan_duwet_kulon_progo
Instagram @yorivan

Ketika kalian menyambangi jembatan duwet ini, akan menemukan dua buah prasasti yang terletak disamping kiri dan kanan ujung jembatan. Pada prasati yang pertama tertulis tanggal 25 Juni 1960 yang diperkiakan sebagai tanggal renovali jembatan tersebut, karean jembatan duwet pernah mengalami kerusakan saat Agresi Militer Belanda 1948. sedangkan pada prasasti yang kedua tertulis penghargaan kepada jembatan duwet sebagai warisan budaya pada tahun 2008 untuk kategori nongedung. Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Propinsi DIY, Sri sultan HB X pada tanggal 12 November 2008.

Baca Juga  Wisata : Bunker Kaliadem, Dibalik Cerita Misteri Yang Kata Orang Ngeri

Bagi masyarakat setempat, keberadaan jembatan duwet ini memiliki sejarah yang panjang, meski sudah berapa dekade namun jembatan ini masih difungsikan walau pernah mengalami kerusakan beberapa kali. Hingga saat ini fungsi jembatan duwet untuk kepentingan lalu lintas
perekonomian.Mengingat kondisinya yang saat ini mulai runtuh akibat terkikis arus sungai Progo yang cukup deras, entah sampai kapan jembatan ini mampu melayani orang-orang yang setia melintasi jembatan mengejar asa.


Tagged

2 thoughts on “Jembatan Duwet Kulon Progo, Jembatan Peninggalan Pemerintah Belanda Dari Masa Ke Masa

  1. sering lewat jembatan ini kalau mudik, tapi baru tau sejarahnya, terakhir sekitar akhir tahun 2015 ada renovasi .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *