Ceritaku

Pengalaman Membawa Bayi (3 Bulan) Naik Pesawat Citilink

Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat Citilink

Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat Citilink

Retnamudiasih.com – Duh, bayiku aman enggak ya kalau diajak naik Pesawat? Begitu celoteh seorang Mama muda penuh ragu. Ya, Orang Tua kadang ragu membawa bayi bepergian dengan pesawat. Kekhawatiran akan kenyamanan dan keselamatan bayi. Itulah yang membuat Saya bimbang menjelang hari H menjelang pulang kampung Agustus 2018 kemarin.

Sejak Kinan lahir, waktu itu belum ada sebulan, nah kalau kata orang tua jaman old nih. Bayi kalau belum selapan atau 40 hari tidak boleh dibawa kemana-mana pamali. Tidak dengan saya, bukan karena tidak mengindahkan kata orang tua / budayanya. Tapi karena memang waktu itu saya harus kemana-mana, jadi mau tak mau Saya bawa bayi, padahal masih kecil. Terlebih waktu itu Kinan anak saya lahir dengan berat badan 2,4kg. Meski saya bawa kemana-mana, namun Saya tidak berani memakai roda dua, lebih safety dengan beberapa pertimbangan menggunakan roda empat.


* * *

Pengalaman Membawa Bayi (3 Bulan) Naik Pesawat Citilink. Bagi para mama muda pasti menegangkan apalagi kalau itu first time, ya kan? Rencana pulang kampung bawa bayi naik pesawat itu sebenarnya udah dari Idul Fitri kemarin, cuman karena waktu itu Kinan belum ada satu bulan jadi kita mundur sampai Idul Adha, belum lagi cuaca baik di Jogja maupun Riau begitu ekstrim, takutnya dia kenapa-kenapa, entah kenapa sejak jadi mama muda jadi banyak parnonya..hahhhaa

Jadi kalau orang beli tiket buat Idul Fitri, kami beli tiket untuk Idul Adha. Ga papa lah jauh hari daripada kehabisan, selain itu dapat harga murah kalau pesennya jauh hari gitu. Jadi bisa lebih hemat kan ya?

Baca Juga  Terapi Akupresur Dan Detox

Oke, saatnya tiba menjelang hari H, kalau biasanya Saya dan suami bepergian barang paling cukup dua tas, karena kita biasa backpackingan anti ribet, nah kali ini karena ada baby jadinya harus bawa koper plus tas bayi, belum tas laptop suami, belum oleh-oleh, belum bawaan saya sendiri. Ribet juga ya, ini padahal baru bertiga lohh yaaa…

Kebetulan kita gak bawa stroller naik pesawat citilink, karena memang Kinan nggak suka ditaru di stroller, dia lebih senang digendong atau didekap orang tuanya. Memang dari kecil dia juga tidak suka ditaru di ayunan. Untuk penutup telinga bayi saat naik pesawat, saya hanya bawa kapas dan selimut tebal, karena memang Kinan juga tidak suka dipakein topi dan sebagainya.

Membawa Bayi Naik Pesawat Citilink, Cerita Pengalaman
Udah diruang tunggu nih, berharap Kinan masih lelap dan mimpi indah, Tapi? stttt…..

Karena pesawat kita pukul 7 pagi, jam 6 kurang kita sudah oteweh nih dari rumah biar gak kena macet. Nah sampai bandara tugas suami check-in dan ngurusin barang bawaan, sedangkan saya fokus baby kinan. Setelah check-in Saya coba kasih ASI buat Kinan tapi dia belum mau, barangkali masih kenyang. Akhirnya yang bisa saya lakukan di ruang tunggu adalah mengajak dia jalan-jalan liat-liat sekitar, biar ga bosen. Dalam hati kalau nanti dia capek kan bisa tidur dipesawat.

Duhhhh, ko brisikk sii? Ini dimana? setelah melek baru sadar dia kalau sudah di Bandara. Alhasil ga mau anteng duduk2 aj, jalan-jalan dong biar bisa cuci mata 🙂

Alhasil menjelang jam 7, pesawat take off Saya gagal bikin Kinan bobok, duhh menegangkan bener, mana Kinan ini ga mau dipakein topi dan segala macamnya, mungkin dia risih apa gimana, jadi ya gitu lah, drama bener nih mamak. Untung saya sedia kapas ditas, minimal kalau dia ga mau dipakein penutup kepala, telinganya harus disumpel pake kapas biar aman. Faktanya? dia nanggis, bukan karena sakit, tapi memang dia ga mau dipakein, akhirnya entah gimana caranya Saya dan suami bikin dia safety.

Baca Juga  Sepenggal Cerita Liburan Bersama Hotel JW Marriot Surabaya
Bhay.. Bandara Adisucipto Kinan terbang dulu yaa, tunggu Kinan kembali 🙂

Ini nih, puncak ketegangannya. Ketika Take off Kinan ngajakin berdiri-diri, kan ga boleh itu. Mana kita harus kencengin sabuk pengaman. Dan akhirnya dia nanggis, untung kita udah pesen seat dibelakang karena bawa baby, jadi ketika udah datar boleh jalan-jalan dikabin.Oke, kita jalan-jalan nak, biasanya anak saya minta jalan-jalan sambil nenen. Ya sudah, akhirnya Saya nenen kinan sambil jalan-jalan dikabin, akhirnya dia mau tidur.

Ini sebelum drama mintak berdiri dimulai, masih aman dan bisa pepotona. FYI, Kinan itu baru 3,5 bulan tapi mintaknya berdiri-diri, mana kakinya juga udah tegak lurus gitu, ini anak… isssshhh gemesin 🙂

Jarak Jogja – Pekan Baru (PKU) adalah 2 jam. Bagi saya 2 jam rasanya kayak sehari *lebay. Kalau dulu sebelum punya baby enak aj ketika bepergian naik pesawat bisa menikmati perjalanan atau bahkan tidur kalau capek. Nah kemarin bawa Kinan itu modalnya bismilah, aman, dimudahkan, dan gak rewel. Ya karena first time masih banyak belajar, banyak sabar juga. Yang penting kita jangan ikutan panik kalau anak rewel, itu aj sih. Kalau pun dia rewel, kita cari tahu apa penyebabnya.

Setelah 2 jam terbang, Kinan akhirnya bangun dan bengong karena udah berada di Kota yang berbeda disambut cuaca yang agak mendung juga waktu itu.

Syarat Bayi menggunakan Maskapai Citilink?

Gak ada sih, cuma ketika kita check-in suru tanda tangan pernyataan terkait keamanan bayi, dan tentu bayi dalam keadaan sehat sebelum diajak terbang. Saran kalau mau ajak bayi terbang akan lebih baik memilih maskapai yang memudahkan perjalanan Kita dengan bayi. Pelajari ketentuan penerbangan dengan bayi dari masing-masing maskapai. Untuk penerbangan murah, Citilink yang berada di bawah Garuda Indonesia adalah salah satu yang direkomendasikan. Salah satu alasannya karena jarak antar-tempat duduk yang luas di seluruh bagian pesawat Citilink memastikan agar aman dan nyaman naik pesawat bersama bayi.

Ada Baiknya Menjaga Kenyamanan Bayi Sepanjang Perjalanan, Dengan Memperhatikan Hal-Hal Berikut:

  • Tip aman dan nyaman naik pesawat bersama bayi , Pastikan Kita membawa serta perlengkapan utama bayi ke dalam kabin seperti ASI yang sudah diperah dan makanan bayi secukupnya, mainan kecil favorit si bayi, popok, tisu basah khusus bayi, dan minimal satu baju ganti. Simpan dalam satu tas berukuran kecil yang mudah kita akses di kabin, sekaligus apabila harus dibawa ke toilet pesawat.
  • Pastikan bayi mengenakan pakaian hangat namun mudah untuk dipakai maupun dilepas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bayi muntah atau terkena tumpahan makanan dan susunya. Kita jadi tidak perlu ke toilet jika harus mengganti baju bayi.
  • Pastikan bayi kesayangan merasa kenyang selama penerbangan. Salah satu penyebab bayi rewel di pesawat adalah rasa lapar. Apalagi menu khusus bayi masih terbilang jarang tersedia di pesawat. Oleh karena itu, beri bayi makan secukupnya sebelum penerbangan.
  • Selain lapar, sakit telinga yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara di pesawat juga salah satu yang menyebabkan bayi rewel. Untuk mencegah hal tersebut, susuilah bayi saat lepas landas dan mendarat. Alternatif lain bisa dengan memberinya biskuit untuk dihisap. Jangan lupa bawa kain khusus menyusui ke dalam kabin agar tetap nyaman saat harus menyusui di kursi penumpang.
  • Pegang bayi dengan mantap agar tidak mudah tergelincir terutama saat terjadi perubahan turbulensi pesawat. Jangan pernah lepaskan perhatian kita dari sang bayi. Beberapa maskapai penerbangan ada yang menyediakan sabuk pengaman khusus untuk bayi, atau tempat duduk sendiri. Namun biasanya itu berlaku untuk bayi usia di atas setahun.
Baca Juga  B.A.P.E.R


Tagged , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *