Review Buku

Sinopsis dan Quote Tentang Kamu Tere Liye

Retnamudiasih.com – Baru 2 hari yang lalu saya menyelesaikan membaca novel terbaru Tere Liye yang berjudul ‘Tentang Kamu’. Awalnya saya pikir novel ini bercerita tentang romance, ternyata saya salah. Novel ini bisa dibilang berbeda dari novel-novel karya sebelumnya karena mengambil latar di luar negeri, tepatnya London dan Paris sebagai titik awal dan titik akhirnya cerita. Seperti biasanya, cerita yang diangkat Tere Liye untuk novelnya selalu berhasil membuat pembaca terhanyut, tidak terkecuali novel terbarunya ini.

tentang_kamu_tere_liye
Sumber foto google

Judul Buku : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Tebal Buku : 524 + vi halaman
Penerbit : Republika Penerbit, Jakarta
Tahun Terbit : Oktober 2016

Sinopsis ‘Tentang Kamu’ Tere Liye

Kisah ini bermula dari seorang pemuda bernama Zaman Zulkarnaen yang bekerja sebagai pengacara di salah satu firma hukum di London. Meski baru dua tahun bekerja di firma tersebut, Zaman mendapat sebuah kasus besar. Ia ditugaskan untuk mengurus warisan dari seorang klien yang baru saja meninggal di Paris. Klien tersebut adalah seorang perempuan tua, berusia 70 tahun, dan belasan tahun terakhir tinggal di panti jompo. Pemegang paspor Inggris serta izin menetap di Perancis. Aktif dalam kegiatan berkebun di panti jompo (hal. 12). Klien ini mewariskan aset berbentuk kepemilikan saham senilai satu miliar poundsterling atau setara 19 triliun rupiah (hal. 11). Dan yang lebih menarik, klien tersebut bernama Sri Ningsih. Dilihat dari namanya, dia berasal dari Indonesia, negara yang sama dengan negara asal Zaman sebelum dia menyelesaikan kuliah master hukum di Oxford University.

Demi menyelesaikan tugas tersebut, pada hari itu juga, Zaman langsung berkunjung ke panti jompo, tempat Sri Ningsih menghembuskan nafas terakhirnya. Disana Zaman memperoleh petunjuk berupa buku diary Sri. Buku tersebut sederhana. Hanya ada sepuluh halaman yang berisi tulisan, dibagi menjadi lima bagian, masing-masing dua halaman. Setiap bagian hanya ada satu-dua paragraf pendek, beserta satu-dua foto yang ditempelkan di halaman bagian itu (hal.18). Berbekal dari buku diary, Zaman menelusuri kehidupan Sri dari masa kecilnya hingga ia meninggal. Zaman harus menjelajahi tiga negara, lima kota, dan beribu luka. Setelah menelusuri setiap bagian dari kisah hidup Sri, Zaman pun akhirnya bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Baca Juga  Review Buku & Quote : Bukan Pasar Malam by Pramoedya Ananta Toer

Tiga negara, lima kota. Bisa kau bayangkan riset yang dilakukan oleh seorang Tere Liye untuk novel terbarunya ini? Meski belum pernah mengunjunginya, pasti dia sudah mempelajarinya. Bagaimana kondisi bangunannya? Budayanya? Bahasa? Belum lagi ceritanya yang berlatar belakang waktu tahun 1940-an hingga sekarang ini. Luar biasa sekali mengikuti perjalanan Zaman dalam menjalankan tugas pentingnya itu.


Quote ‘Tentang Kamu’ Tere Liye

“Ada banyak hal-hal hebat yang tampil sederhana. Bahkan sepertinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan. Karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya.” ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Hati manusia persis seperti lautan, penuh misteri. Kita tidak pernah tahu kejadian menyakitkan apa yang telah dilewati seseorang.” ― Tere Liye, Tentang Kamu

 “Setiap janji sesederhana apa pun itu, memiliki kehormatan”
Kalimat tersebut diucapkan oleh Zaman Zulkarnaen kepada Aimee, penjaga panti. Aimee ragu apakah janji Zaman untuk mengunjungi kembali Maximilien (salah satu anggota panti jompo) akan benar-benar ditepati ataukah hanya lip service untuk menyenangkan dan menenangkan Maximilien yang sudah pikun tingkat akut dan bukan siapa-siapanya Zaman. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Aku tidak tau kenapa aku harus mempercayaimu Tuan Zaman. Tapi aku selalu mempercayai instingku.” Itu adalah kata-kata Aimee ketika menyerahkan buku diary milik Sri Ningsih kepada Zaman. Ya, dari situ saya diingatkan kembali untuk mempercayai sebuah insting. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Menemuinya, mengobrol sebentar, bertanya apa kabar, dan menawarkan bantuan adalah hal menyenangkan bagi sesama sahabat baik.” ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Aku ingin punya hati seperti milik Sri Ningsih. Tidak pernah membenci walau sedebu. Tidak pernah berprasangka buruk walau setetes.” Itu adalah salah satu sifat khas Sri Ningsih dalam lakon di novel tersebut. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Saat kita sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apalagi yang harus kita lakukan? Berapa kali kita harus mencoba hingga kita tahu bahwa kita ada pada batas akhirnya? Berapa kali kita harus menerima kenyataan bahwa kita memang tidak berbakat, sesuatu itu bukan jalan hidup kita, lantas melangkah mundur? Aku sekarang tau jawabanya. Terimakasih atas pelajaran tentang keteguhan. Aku tau sekarang. Pertanyaan paling penting adalah bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi dan lagi setelah gagal tersebut. Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x lagi.”
Itu adalah diary ketiga yang ditulis oleh Sri Ningsih pada tahun 1977 – 1979. Saat dia berada di Jakarta. Saat dia sedang mencoba hidup sendirian di kota Jakarta. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Separuh semangatku runtuh. Hidupku dipersimpangan. Apakah pulang atau terus dengan cita-citaku. Saat aku sudah hampir di titik terakhir, hampir menyerah, pertolongan itu datang.”
Kalimat diatas adalah salah satu kupian diary Sri Ningsih saat ia kehabisan uang untuk hidup di Jakarta, dan ditambah lagi belum mendapatkan pekerjaan. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Tidak ada yang benar-benar bisa kita lupakan. Karena saat kita lupa, masih ada sisi-sisi yang mengingatnya. Boleh jadi selama ini kita terus menyibukkan diri, karena sejatinya aku sedang mengenyahkan masa lalu itu” Itu adalah penggalan isi dari diary Sri Ningsih di surat yang ke-19. Sri Ningsih sedang suntuk dengan masalah yang terjadi dengan bisnisnya. Dan dalam hiruk pikuk masalahnya tersebut, Sri Ningsih merasa seolah-olah kesibukanya selama ini hanya untuk melupakaan kejadian masa lalu yang tidak ingin dia ingat. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru.” Itu adalah kata-kata Sri Ningsih yang diucapkan kepada Ibu Chaterine sebelum Sri Ningsih meninggalkan pabrik yang dia miliki. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, namun cintalah yang akan menemukan kita.”

Baca Juga  Review Buku & Quote : Rumah Tangga By Fahd Pahdepie

Tere Liye, Tentang Kamu

“Terima kasih. Nasehat lama itu benar sekali. Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.” ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Masa lalu, rasa sakit, masa depan, mimpi-mimpi, semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.” ― T

Tere Liye, Tentang Kamu

 “Dia memiliki kecantikan dengan defisini yang berbeda.”
Itu adalah kalimat yang digunakan penulis untuk menggambarkan sosok Sri Ningsih. Secara fisik, Sri Ningsih mempunyai badan pendek, kulit hitam legam. Namun, kebaikan hatinyalah yang membuat wajah Sri Ningsih menjadi enak dipandang mata. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Karena bila berbicara tentang penerimaan yang tulus, hanya yang bersangkutanyalah yang tau seberapa ikhlas dia telah berdamai dengan sesuatu.” Dalam cerita dalam novel, banyak orang yang memberikan kesaksian bahwa sosok Sri Ningsih adalah seorang wanita kuat yang bisa memeluk hal semenyakitkan apapun. Namun, tetap, Sri adalah seorang perempuan dan bukan wanita super yang hatinya terbuat dari baja. Dia hanya selalu berjuang membujuk dirinya sendiri untuk sabar, membujuk dirinya sendiri untuk melepaskan dan melupakan. ― Tere Liye, Tentang Kamu

“Mencintaimu telah memberikanku keberanian, dan dicintai olehmu telah memberikanku kekuatan.― Tere Liye, Tentang Kamu

“Selalu menyenangkan mempunyai seseorang yang menunggu dirumah”. ― Tere Liye, Tentang Kamu


Tagged ,

3 thoughts on “Sinopsis dan Quote Tentang Kamu Tere Liye

  1. Buku buku karya darwis tere liye mamang selalu ada kesan unik bagi setiap fansnya, termasuk saya yg sudah baca buku ini,,, hihihi

    sya menamatkan buku ini cukup lama 1 bulan 16 hari an, kalo ngga salah wkwkwk

    Salam 🙂

  2. Tere Liye memang selalu menjadi penulis favorit saya. Lewat novel yang berjudul tentang kamu ini, kita disuguhkan oleh kisah hidup ningsih yang menurut saya penuh perjuangan, kisah tragis dan sedih, yang mana sangat layak untuk dijadikan sebagai tauladan. Aku suka banget sama novel ini, huhuhuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *