Review Film

Sinopsis My Generation, Film Indonesia yang Menghadirkan Realita Generasi Millenial

Retnamudiasih.com – Kembali menggarap film remaja, kali ini sutradara Upi menghadirkan film yang benar-benar fresh dan beda ‘My Generation’ Film ini diharapkan Upi dapat menghadirkan realita yang ada mengenai anak-anak yang hidup di generasi digital yang sering disebut sebagai generasi millenial.

Selain itu, film ini diakui Upi memang sengaja “menangkap” zaman. Seperti ketika ia menggarap Realita Cinta dan Rock N’ Roll, karena waktu itu musik rock n’ roll lagi booming di kalangan remaja. “Lima atau sepuluh tahun ke depan, film ini bisa menjadi semacam time capsule,” pungkas Upi.

****

Selain menampilkan realita yang ada mengenai generasi masa kini, film ini juga berbicara mengenai adanya gap antara generasi anak dan generasi orang tua. Film ini pun mencoba menunjukan hal-hal apa saja yang dipertanyakan oleh anak masa sekarang.

Di film ini nanti kita akan lihat bagaimana mereka mempertanyakan sistem, mempertanyakan sekolah, jadi mereka ngobrol, jalan-jalan, pengennya nggak keliatan kalau mereka lagi akting. Upi pun berharap film ini dapat mendokumentasikan apa yang terjadi di masa sekarang. “Jadi 10 tahun dari sekarang kita bisa lihat apa sih yang terjadi di masa ini,” ujar Upi.


***

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Sebagai orang tua mereka pasti juga pernah muda. Karena itu, terkadang orang tua menjadi ‘sok tahu’ dalam menentukan masa depan anak.

Kegagalan mereka di masa lalu membuat mereka over protektif terhadap anak mereka. Mereka tidak ingin anak mereka mengalami kegagalan yang sama dengan orang tuanya. Padahal tanpa mereka sadari, justru kegagalan lah yang membuat para orang tua protektif ini berhasil di masa depan. Justru tanpa kegagalan, anak-anak dapat saja tumbuh menjadi pribadi yang gampang menyerah, atau justru malah menjadi pembangkang akibat terlalu dikekang.

Baca Juga  Sinopsis Film Mars (2016) - Mimpi Ananda Raih Semesta

My Generation terbilang berbeda dengan film-film sutradara Upi sebelumnya, jika dalam film realita ‘Rock N Roll’ kita bisa lihat nadine candrawinata, vino g bastian. Atau dalam film ‘My Stupid Boss’ ada Bunga Citra Lestari, Reza Rahardian. Justru dalam film ‘My Generation’ sutradara mengahdirkan wajah-wajah baru. Yang tentu nantinya mereka ini akan jadi re-generasi di dunia perfilman.

Mereka adalah Alexander Kosasie sebagai Orly, Arya Vasco sebagai Konji, Lutesha sebagai Suki, dan Bryan Lagelo sebagai Zeke. Untuk pemain pendukung yang berperan sebagai orang tua mereka, memang Mbak Upi memilih artis senior seperti Surya Saputra, Aida Nurmala, Ira Wibowo, Indah Kalalo, Tio Pakusadewo, Karina Suwandhi, dan Joko Anwar.

Sinopsis My Generation

Film ‘My Generation’ bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU, Konji, Suki, Zeke, dan Orly.
Berawal dari gagalnya liburan karena video buatan mereka yang berisi tentang protes kepada guru, sekolah dan orang tua yang menjadi viral di sekolah mereka. Hingga mereka dihukum tidak boleh pergi liburan. Tapi mereka terlalu keren untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas.

Ke-empat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik masing-masing. Dikisahkan Zeke pemuda rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya, ternyata memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya. Zeke merasa kedua orang tuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya. Untuk menyembuhkan luka yang dipendamnya, Zeke harus berani mengkonfrontotasi orang tuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus diantara mereka.

Konji sebagai pemuda yang polos dan naif, tengah mengalamai dilema dengan masa pubertasnya, ia merasa di tekan oleh aturan orangtuanya yang sangat kolot dan over protective. Hingga ada satu peristiwa membuatnya shock. Hal itu membuat kepercayaannya pada orang tuanya hilang dan konji balik mempertanyakan moralitas orang tuanya yang sangat kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka tuntut terhadap Konji.

Baca Juga  Ada Apa Dengan Cinta 2 - Reunian Geng Cinta Dan Rangga di Kota Jogja

Orly sebagai perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip dan ia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang ‘melabeli kaum perempuan. Salah satunya keperawanan. Orly berusaha mendobrak dan menghancurkan label-label negatif yang sering diberikan kepada perempuan. Diluar itu Orly bermasalah dengan ibunya yang single parent, yang sedang berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda. Bagi Orly gaya hidup sang ibu tidak sesuai dengan umurnya.

Suki sebagai perempuan paling cool diantara teman-temannya. Selayaknya anaka muda ada umumnya Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha ia sembunyikan. Tetapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berpikiran negaif padanya.

***

Nah tertarik buat menontonnya kan?

Jangan lupa catat juga tanggal tayangnya di Bioskop 9 November 2017


Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *